Minggu, 20 Januari 2013

POMPA TERENDAM adalah penyebab sulitnya banjir Pluit teratasi


Jokowi Bilang Banjir Pluit Itu Berat, Apa Alasannya

Setelah bertemu Ketua MPR, Gubernur DKI Jakarta bertemu Pimpinan DPR.

ddd
Senin, 21 Januari 2013, 12:32Ita Lismawati F. Malau, Luqman Rimadi



Warga berusaha menerobos banjir dengan menggunakan rakit di daerah Pluit, Jakarta, Minggu (20/1/2013). Foto: VIVAnews/Ikhwan Yanuar
VIVAnews - Usai bertemu dengan Ketua MPR, Taufiq Kiemas, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bertemu dengan Pimpinan DPR, Senin 21 Januari 2013. Dalam pertemuan tersebutJokowi menyampaikan perkembangan terkini soal banjir di Jakarta.

"Yang pertama kami sampaikan mengenai jebolnya tanggul Latuharhary. Masalah tanggul itu malam ini selesai, sehingga bisa digunakan lagi relnya. Yang kedua, air di basement UOB masih disedot terus. Diperkirakan besok selesai, semoga tidak ada korban," kata Gubernur yang biasa disapa Jokowi itu ketika bertemu dengan para pimpinan DPR RI, senin, 21 Januari 2013.
Dalam pertemuan itu, Jokowi mengakui masalah banjir di kawasan Pluit, Jakarta Utara, paling sulit diatasi. Hingga saat, banjir di kawasan ini masih menggenang hingga setinggi 1 meter. "Berat problemnya karena pompanya terendam. Sore ini kami akan kerahkan seluruh bantuan kami, kopasus, TNI semua kami libatkan," katanya.

Jokowi juga menyampaikan bahwa program- program yang sebelumnya telah Ia canangkan untuk mengatasi permasalahan banjir yaitu normalisasi kali Ciliwung, pembuatan sodetan dari Otista menuju Kanal Banjir Timur, pembangunan waduk Ciawi-Cimanggis, pembuatan kawasan resapan air dan pembuatan pompa air di kawasan Marina Ancol, Pluit, kawasan tengah, barat, dan timur Jakarta untuk langsung dibuang ke laut.

Menanggapi laporan Jokowi itu, Ketua DPR Marzuki Alie menegaskan bahwa DPR mendukung program Pemprov DKI. Marzuki pun menyampaikan beberapa usulan di antaranya memberbanyak pompa air untuk menyedot air yang menggenang.

"Hampir setiap tahun air laut akan mengalir ke darat. Jadi perlu semacam dam di sepanjang pantai utara Jakarta. Itu hasil pengamatan DPR yang turun ke bawah," katanya.

Selain menyusun program mengatasi banjir, politisi Demokrat ini meminta kepada Jokowiuntuk menyusun program mengurai kemacetan dan memperketat perijinan gedung.

"Pusat pemerintahan direlokasi, jangan dicampur aduk dengan daerah bisnis. Perizinan gedung-gedung kantor harus diperketat, seperti Taman Ria Senayan yang akan dibangun. Itu akan memperparah lalu lintas," katanya.
sumber : viva.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar