Jumat, 25 Januari 2013

Pasien KJS Membeludak dari Puskesmas hingga RSUP

JAKARTA, KOMPAS.com — Program pengobatan gratis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berefek pada membeludaknya pasien dari tingkat puskesmas hingga ke rumah sakit selevel rumah sakit umum pusat (RSUP). Program khusus yang berintikan Kartu Jakarta Sehat yang diusung Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama ini memiliki efek positif dan negatif. 

Nana, staf Puskesmas Cawang, Jakarta Timur, menerangkan, jumlah pasien yang berobat meningkat cukup signifikan dibandingkan saat program Gakin/Jamkesda masih diandalkan dalam periode sebelumnya. 

"Iya, meningkat cukup tinggi beberapa minggu terakhir," terang Nana, saat ditemui Kompas.com di kantornya, Senin (17/12/2012). 

Pasien yang datang pun dari berbagai kalangan, tidak terbatas pada pasien yang berlatar belakang keluarga tidak mampu sebagaimana yang menjadi warna Puskesmas selama ini. Pasien-pasien tersebut menjalani perawatan langsung atau dirujuk ke rumah sakit umum daerah. Namun, Nana enggan menanggapi pertanyaan seputar terlalu mudahnya puskesmas merujuk pasien ke RSUD. 

"Kalau itu kewenangan kepala puskesmas ya. Saya enggak berani jawab," kata Nana sambil menjelaskan, Kepala Puskesmas Cawang sedang mengikuti rapat di kantor kecamatan setempat. 

Peningkatan jumlah pasien pun diakui RSUD Budhi Asih dan RSUP Fatmawati. Kepala Bagian Humas RSUD Budhi Asih dr Hamonangan Sirait menjelaskan, jumlah pasien yang dilayani per hari saat ini di atas 800 orang. 

"600 orang-700 orang di antaranya pasien gratis," ungkap Hamonangan. 

Dikatakan, peningkatan jumlah pasien yang terjadi di RS Budhi Asih adalah yang tertinggi di level RSUD di DKI. Peningkatan ini, menurut Hamonangan, terjadi lantaran mudahnya prosedur untuk mendapatkan pengobatan gratis. 

Dengan bermodal KTP dan Kartu Keluarga (KK) DKI ditambah rujukan puskesmas. Namun, mudahnya puskesmas merujuk pasiennya ke RSUD menjadi persoalan tersendiri. 

"Ya, bisa jadi karena di puskesmas sudah membeludak, ya dirujuk aja ke kami. Tapi, persoalannya lebih ke prosedur yang jauh lebih mudah, modalnya cuma KTP dan KK DKI, plus rujukan puskesmas," kata Hamonangan. 

Hal yang sama juga diakui Yuri Sumadi, Kepala Instalasi Pemasaran dan Humas RSUP Fatmawati. Ia menjelaskan peningkatan jumlah pasien pengobatan gratis juga terjadi di RSUP. Penyebabnya tak lain dari peningkatan jumlah rujukan pasien dari level RSUD dan puskesmas. 

"Jadi, kami imbau kepada RSUD dan puskesmas untuk tidak terlalu terburu-buru merujuk ke RSUP," kata Yuri. 

Menurut Yuri, banyak pasien yang dirujuk ternyata hanya menderita penyakit yang sederhana atau yang bisa ditangani di level puskesmas dan RSUD. 
"Untuk kasus-kasus yang lebih mudah, sebaiknya ditangani saja dulu. Jangan terlalu mudah merujuk sehingga menumpuk di sini," kata Yuri.

Editor :
Ana Shofiana Syatiri




sumber : kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar