Minggu, 12 Agustus 2012

jangan gunakan isu SARA krn akan jadi bumerang !!

JAKARTA--MICOM: Tidak ada korelasi positif antara dukungan partai politik dan perolehan suara. Sebab, pemilih lebih melihat figur ketimbang parpol. Sehingga, bisa saja pemlih golput pada putaran pertama pemilihan gubernur (pilgub) akan memilih pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok). 

"Pemilih yang golput pada putaran pertama pilgub diprediksi akan memberikan suara kepada pasangan Jokowi-Ahok," kata Direktur Eksekutif dari Soegeng Sarjadi Syndicate, Sukardi Rinakit, di Jakarta, Minggu (12/8). 

Pasalnya tambah Sukardi, sejarah politik bangsa Indonesia adalah sejarah seorang figur, bukanlah parpol. "Contohnya PKS pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2007 bisa memperoleh suara yang sangat besar. Namun sekarang hal tersebut tidak terjadi pada saat Hidayat Nur Wahid yang maju," jelasnya. 

Karakteristik pemilih di DKI Jakarta secara umum, menurut Sukardi, adalah masyarakat yang rasional, terdidik, dan terbuka terhadap perubahan. "Masyarakat Jakarta sangat fleksibel. Ideologi mereka sangat cair," urainya. 

Adapun isu SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) yang menerpa pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok), menurut Sukardi, akan menjadi bumerang bagi bagi yang menyebarkannya. Menurut dia, hal itu justru menguntungkan pasangan Jokowi-Ahok. (*/OL-04) 


sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar