Sabtu, 04 Agustus 2012

Isu SARA untuk Adu Domba Warga Jakarta

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim sukses kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama atau Jokowi-Ahok, menilai ada upaya adu domba yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu untuk menimbulkan asosiasi negatif kepada pasangan tersebut. Penilaian itu terkait pemasangan spanduk dukungan untuk pasangan Jokowi-Ahok yang bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan.

"Tim kampanye tidak pernah memasang spanduk ucapan selamat dengan mengatasnamakan etnis, suku, agama, apalagi yang berpotensi bisa menimbulkan asosiasi buruk kepada pihak Jokowi-Basuki," kata Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ahok, Boy Bernadi Sadikin, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (1/8/2012).

Boy mengatakan, kampanye hitam itu sangat kejam karena berpotensi menimbulkan perpecahan dan merusak kebersamaan warga Jakarta. Pihaknya meminta kepada seluruh pendukung Jokowi-Ahok untuk bersabar dan tidak terpancing dengan berbagai isu SARA.

"Kami menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada warga Jakarta yang pintar, cerdas, dan rasional untuk menilai persoalan SARA ini dengan jernih. Kami juga mendoakan agar Jakarta tetap solid dalam bingkai persatuan dan kesatuan, dan semakin maju dalam menyejahterakan warganya," kata Boy.

Spanduk-spanduk berisi dukungan terhadap Jokowi-Ahok dan bermuatan SARA itu tersebar di beberapa tempat, antara lain di Jalan Pakubuwono, Jalan Danau Sunter, dan sepanjang jalan dari Season City hingga Metro Tanah Abang. Ketua Panitia Pengawas Pemilu DKI Jakarta Ramdansyah meminta kepada Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta untuk menertibkan spanduk-spanduk tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar