Sabtu, 04 Agustus 2012

Isu SARA, cara kampanye yang tidak cerdas

Isu SARA, cara kampanye yang tidak cerdas
Peneliti senior bidang politik LIPI, Siti Zuhro menyebutkan, cara-cara yang dilakukan pasangan calon tertentu dengan memainkan isu SARA dalam pemilihan gubernur (pilgub) DKI Jakarta merupakan hal yang tidak baik. Dia menjelaskan, seharusnya dalam pesta demokrasi yang dijalankan setiap lima tahun itu para calon dapat menanamkan nilai-nilai yang rasional

"Kampanye yang tidak mencerdaskan justru akan menuai hal negatif, karena tidak memberikan pembelajaran yang positif," ujar Siti Zuhro, kepada wartawan, Rabu (1/8).

Menurutnya, pemilihan gubernur (pilgub) DKI Jakarta sebagai bagian penting atau pilar demokrat harusnya dibangun dengan menanamkan nilai-nilai yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Tapi kenyataannya pendekatan agama, pendekatan suku atau etnisitas bahkan pendekatan SARA acapkali digunakan untuk mendongkrak jumlah suara dukungan," kata Siti.

Baginya, bila cara-cara tersebut menyebar dan meluas justru hal itu akan mengurangi bobot calon yang bersangkutan. "Karena tak tertutup kemungkinan isu itu akan digunakan oleh lawan untuk memukul balik yang bersangkutan bila sampai menang di putaran kedua," tandasnya.



http://nasional.lintas.me/go/merdeka.com/isu-sara-cara-kampanye-yang-tidak-cerdas/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar