Minggu, 05 Agustus 2012

Ini Komentar Foke soal Ceramah Terkait SARA


JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menilai wajar ceramah di rumah ibadah yang menyinggung soal calon kepala daerah. Meski demikian, ia merasa prihatin jika isu suku, agama, ras, dan antargolongan menjadi marak jelang putaran kedua pemilihan kepala daerah DKI Jakarta.

Isu SARA yang disampaikan dalam ceramah di rumah ibadah ini mencuat setelah pedangdut Rhoma Irama menyatakan bahwa penyampaian isu SARA dalam batasan tertentu diperbolehkan. Dalam acara buka puasa bersama yang dihadiri Fauzi, Jumat (3/8/2012) lalu, Ustaz Zulfam Musthofa juga berceramah dan mengajak agar warga Jakarta tidak salah memilih pemimpin Ibu Kota. Dalam ceramahnya, Zulfam mengutip salah satu ayat dalam kitab suci mengenai pemimpin yang amanah.

"Kalau seorang pemuka agama atau katakanlah ulama memberikan tausiah pada umatnya di masjid dengan menggunakan ayat suci, apa itu salah?" kata Fauzi seusai menghadiri acara deklarasi dukungan Partai Golkar terhadap pencalonannya, Minggu (5/8/2012) di Jakarta Selatan.

Pria yang akrab disapa Foke itu menekankan, ia sebenarnya prihatin melihat isu SARA justru berkembang di Jakarta. "Sebagai gubernur, tentu saya prihatin. Tetapi yang jelas pegangan saya UUD 1945 dan Pancasila. Dengan pegangan itu, tidak ada tempatnya isu (SARA) itu berkembang atau dikembangkan oleh siapa pun di Indonesia," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Foke mengucapkan terima kasih kepada Golkar yang memberikan dukungan kepadanya di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. Menurutnya, dukungan tersebut menggambarkan bahwa tak ada sesuatu yang permanen dalam politik. Jika Golkar memberikan dukungan pada pasangan Alex Noerdin dan Nono Sampono, kini kondisi politik telah mengubah arah dukungan Golkar kepada Foke.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar