Kamis, 12 Juli 2012

Selama kepemimpinan Jokowi angka kemiskinan di Solo terus meningkat


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Puluhan mahasiswa asal kota Solo yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Solo di Jakarta (KMSJ) berdemo di depan Bundaran Hotel Indonesia pada Selasa (10/7).

Mereka menuntut Calon Gubenur DKI Jakarta, Joko Widodo untuk pulang ke Solo. Mereka menilai masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang belum diselesaikan oleh cagub nomor tiga itu.

''Kami membelikan tiket pulang untuk bapak Jokowi. Masih banyak amanah yang belum beliau tuntaskan di Solo,'' kata Sumadi Koordinator KMSJ.

Mereka menilai masih banyak sekali masalah di Solo yang perlu diselesaikan. Seperti kemiskinan yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

''Peningkatan jumlah kemiskinan pada 2009 sebanyak 107 ribu jiwa, kemudian pada 2010 sebanyak 125 ribu. Selanjutnya pada 2011 mencapai 130 ribu. Ada seperempat penduduk Solo yang berada dalam garis kemiskinan,'' kata Sumadi.

Selain itu, mereka juga menuntut pembenahan taman-taman kota yang kini terbengkalai. ''Banyak taman yang dibangun di Solo kini terbengkalai dan tidak terawat,'' kata dia.

Para mahasiswa tersebut menilai manajemen keuangan di Solo buruk. ''Untuk itu, keluarga mahasiswa Solo di Jakarta mengharap Jokowi untuk pulang ke Solo,'' kata Sumadi.

''Kami harap Jokowi mau kembali ke Solo. Tuntaskan kewajiban sebagai Wali Kota Solo yang masih banyak PR. Jangan mentang-mentang mencalonkan jadi Gubernur Jakarta lantas Solo diabaikan,'' kata Sumadi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar