Minggu, 15 Juli 2012

Jakarta Masuk Peringkat ke-17 Kota Ekonomi Terbaik di Dunia

Jakarta jauh mengungguli Kuala Lumpur yang berada di peringkat 20 dengan pertumbuhan perkapita warganya 1,0% dan pertumbuhan pekerja 4,9%, Hongkong (23), dan Singapura (39).
Jakarta–Kota Metropolitan Jakarta masuk dalam jajaran 200 kota metropolitan dunia dengan kinerja ekonomi terbaik sesuai laporan terbaru Global Metro Monitor 2011 yang diterbitkan Metropolitan Policy Program 2012 dari The Brooking Institute, organisasi nirlaba di bidang kebijakan publik yang berbasis di Washington, Amerika Serikat.
Seperti dilansir website setkab.go.id, di Jakarta, Jumat, 9 Maret 2012, penilaian yang dibuat Brooking Institute ini menggunakan didasarkan pada indikator pendapatan perkapita dan penambahan jumlah pekerja selama 2010 hingga 2011.
Berdasarkan indikator ini, Jakarta yang memiliki pendapatan perkapita 3.468 dolar AS dengan jumlah pertumbuhan jumlah pekerja (employment) 3% mampu mengalahkan sejumlah kotra metropolitan lain di dunia seperti Beijing, Bangkok, Sao Paolo, dan Warsawa, termasuk kota-kota bisnis di Asia seperti Kuala Lumpur, Hong Kong, dan bahkan Singapura.
Dalam daftar 200 kota tersebut, pendapatan perkapita warga Jakarta disebut tumbuh 5,% dan pertumbuhan pekerja 3% berada setingkat dibawah kota Buenos Aires (Argentina) yang memiliki pertumbuhan perkapita 7,3% dan pertumbuhan pekerja 2,5%.
Namun, Jakarta jauh mengungguli Kuala Lumpur yang berada di peringkat 20 dengan pertumbuhan perkapita warganya 1,0% dan pertumbuhan pekerja 4,9%, Hongkong (23), dan Singapura (39).
Sementara kota-kota besar seperti Beijing yang berada di peringkat 27 dunia, pendapatan perkapita warganya tumbuh 3,0% dan pertumbuhan pekerja 3,3%, Bangkok (38) pendapatan perkapita tumbuh 3,3% dan pertumbuhan pekerja 2,4%, atau kota Sao Paolo (Brazil) yang berada di peringkat 37 dengan pertumbuhan perkapira 5,2% dan pertumbuhan pekerja 1,7%.
Nomor urut 1-16 didominasi oleh kota-kota di Cina, yakni Shanghai di peringkat atas dengan pertumbuhan perkapita 9,8% dan pertumbuhan pekerja 5,8%, Hangzhou (5), Shenzen (8), Shenyang (10), Wuhan (11), Nanjing (12), dan Tianin di peringkat ke-14.
Kota-kota besar lain yang mampu masuk peringkat 17 atas adalah Riyadh di peringkat 2, Jeddah (3),  Izmir (4), Ankara (6), Istanbul (7), Santiago (9), dan Mumbai (13). Sementara kota-kota di Amerika Serikat dan Eropa untuk tahun 2011 ini menempati posisi-posisi bawah sebagai akibat krisis yang melanda sejumlah negara di kawasan tersebut.
Mengenai pertumbuhan pendapatan, Brooking Institute mencatat, jika dibandingkan dengan periode 1993-2007 lalu, kinerja kota Jakarta jauh lebih melesat lagi.  Dibandingkan periode 1993-2007 yang hanya mencapai 0,6%, pendapatan perkapita Jakarta 2010-2011 melonjak 4,8%, atau peringkat ketiga hanya terpaut dari kota Riyadh (Arab Saudi) di peringkat pertama sebesar 6,1%, dan Buenos Aires (Argentina) di peringkat kedua dengan pertumbuhan 5,1%.
Menurut Brooking Institute tingginya pertumbuhan pendapatan perkapita dan tingginya angka penyerapan tenaga kerja warga Jakarta, ditopang oleh sektor jasa keuangan dan bisnis, yang meliputi keuangan, asuransi, real estate (rental and leasing), profesional, akademisi, dan jasa pelayanan teknis. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar