Kamis, 19 Juli 2012

beberapa kelurahan di Solo yg RAWAN BANJIR gara-gara Jokowi

Banjir lagi-lagi menghantam Kota Solo. Hujan deras, Rabu (25/2) sore hingga malam, mengakibatkan banjir merendam ratusan rumah sedikitnya di delapan kelurahan.

Ratusan warga yang rumahnya terendam banjir mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Dilaporkan pula dua warga Kampung Sruni dan Kampung Plelen, Kadipiro, tewas, akibat kesetrum listrik. Banjir pada Rabu malam, sebagian besar menghantam wilayah Solo utara. Cakupan banjir meliputi Kadipiro, Banyuanyar, Sumber, Nusukan dan Gilingan yang masuk wilayah Banjarsari. Kelurahan Mojosongo, Jebres juga tak luput dari terjangan banjir. Sementara di Sewu dan Joyotakan, air hanya menggenangi kawasan permukiman dan jalan-jalan di wilayah itu. Hingga Kamis dini hari, air belum surut bahkan semakin tinggi dengan arus yang deras. Banjir di wilayah Solo utara, disebabkan luapan air dari anak sungai Kali Pepe dari arah Boyolali. Air mulai menggenangi rumah warga sekitar pukul 18.30 WIB.

Di Kelurahan Banyuanyar, air menggenangi delapan RW yang berada di sisi barat Jembatan Komplang hingga di kawasan RW IV dan RW V di belakang Mesjid Mujahidin, Banyuanyar. Termasuk juga di perumahan sepanjang Jl Tarumanegara hingga Jl Bone.

Sedangkan di Kadipiro, air menggenangi RW I, V, XX, XXI, dan RW XXVI Kadipiro. Selain di dua kelurahan tersebut, banjir juga melanda Sumber utara yang berdekatan dengan Jembatan Komplang dan di RW IX Nusukan, sebelah utara Kali Anyar. Banjir juga menyebabkan ruas Jl Mangunsarkoro tergenang, sehingga arus lalu lintas melambat.

Di Kadipiro, banjir menyebabkan dua warga Kadipiro tewas lantaran tersengat aliran listrik melalui kabel listrik salah satu mesin yang berada dalam genangan air di gudang pembuatan timbangan Kampung Plelen.

Dua korban tewas adalah warga Kampung Sruni, RT 5/RW V Kadipiro, Saidi Sudiarso, 55 dan warga Kampung Sruni, RT 2/RW XX Kadipiro, Slamet Sudaryono, 22. Aliran listrik di sebagian wilayah di empat kelurahan tersebut padam.

Data banjir di Kota Solo
Lokasi:
Kelurahan Kadipiro, Banyuanyar, Sumber, Nusukan, Mojosongo, Gilingan, ketinggian air hingga satu hingga dua meter atau setinggi dada orang dewasa. Ratusan rumah di kawasan itu tergenang banjir. Listrik yang mengaliri ribuan rumah di kawasan itu dipadamkan. Untuk daerah lokasi langganan banjir di kelurahan sepanjang Bengawan Solo, air menggenangi jalan-jalan di kawasan itu.

Data banjir di Karanganyar

Lokasi :
Kecamatan Kebakkramat, meliputi Grompol, Pulosari, Teken (Kaliwuluh) dan Waru. Ratusan rumah warga terendam, arus lalu lintas Solo-Sragen macet 4 km dan sebagian kendaraan besar dialihkan ke jalur alternatif. Tidak ada korban jiwa.

Kecamatan Jaten, meliputi Perumahan Jongkang dan Perumahan KuniranPermai. Rumah milik 16 KK terendam luapan saluran air di kawasan setempat.

Data banjir di Boyolali
Lokasi:
Kecamatan Ngemplak meliputi, dukuh Ledok, Mojoasri, Padokan, dan Sadon yang berada di Desa Sawahan. Sedangkan di Kismoyoso meliputi Dukuh Ngampu. Ketinggian air di Ledok dan Padokan mencapai 1,5 meter

Pasar Gagan lama terendam selutut orang dewasa - Sumber : Solo (ESPOS)


--




Sebagai tindakan solidaritas maka Lembaga Pendidikan ALFABANK Surakarta turut ambil bagian dalam penanganan banjir melalui Ikatan Kawula Muda Alfabank (IKMA) bekerja sama dengan PMI Cabang Solo mengirimkan relawan untuk membantu saudara - saudara kita yang tertimpa musibah.

Mereka yang berjuang sebagai relawan adalah :
No
Nama Relawan
Kelas
1
Bagus Sumadianto
MIPE B
2
Erwanto Nugroho
MIPE B
3
Febri Nugroho
MIPE B
4
Ikke Astriana Maya
MIPE B
5
Jariyah
MIPE B
6
Yusnia Fajar Touryandari
MIPE B
7
Zidiq Nugroho
MIPE B
8
Aulia Ekrima
MIPE C
9
Efa Nurdin 
MIPE C
10
Egha Pradhitya
MIPE D
11
Irwan Tri Hariyadi 
MIPE D
12
Mutamachin 
MIPE D
13
Esti Linda Sumarni
MIPE E
14
Gantara Pradipa
MIPE E
15
Gantara Praditya
MIPE E
16
Rindiana Andika Putri 
MIPE E
17
Fitri Nur Aini
MIPE F
18
Ratri Asrining Pratiwi 
MIPE F
19
Deny Tri Apriyanto
TEKKOM A
20
Muh. Arib Duwi
TEKKOM A
21
Muhamad Kholil Puadi
TEKKOM A
22
Tri Murtopo
TEKKOM A
23
Daryono
TEKKOM B

Kami hanya dapat mengajak kepada seluruh komponen masyarakat mari bersama - sama instrospeksi dan berbenah diri dari pengalaman ini, bahwa sesuatu yang tidak mungkin akan menjadi sesuatu yang mungkin apabila kita ceroboh dan mengabaikan lingkungan kita.

Untuk temen - temen dari Lembaga Pendidikan ALFABANK Surakarta kita menghimbau agar dapat berpartisipasi aktif untuk mensikapi musibah ini … mari kita mulai dari diri sendiri , yang memiliki harta mari kita galang dana kemanusiaan , yang memiliki tenaga mari bersama - sama menanggulangi musibah dilapangan, yang memiliki wawasan dan relasi mari kita sampaikan kepada masyarakat untuk mendukung dan membantu agar dapat meringankan beban saudara - saudara kita korban banjir. Namun yang terpenting  adalah mari kita sayangi lingkungan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar